Frequently Asked Questions

Apa beda investasi dan menabung ?
Investasi berbeda dengan menabung dalam beberapa hal. Dalam berinvestasi sebaiknya kita perlu menetapkan target yang ingin dicapai, jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut, perlunya pemahaman akan potensi dan risiko instrumen atau produk investasi (reksa dana) serta pemahaman akan toleransi risiko pribadi, serta perlunya melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko. Umumnya diperlukan perencanaan sebelum berinvestasi dan ada proses yang harus dilalui.

Bagaimana langkah-langkah perencaan dan proses investasi ?
Perencanaan merupakan langkah awal yang baik dalam berinvestasi : Paling tidak ada 4 langkah dalam proses berinvestasi : Pertama, tentukan tujuan spesifik dan jangka watu pencapaiannya (seperti mencapai dana sebesar 200 juta dalam 5 tahun mendatang untuk pendidikan tinggi anak). Pahami kondisi keuangan saat ini dan berapa besar kemampuan mencicil investasi untuk memenuhi tujuan tersebut, pahami juga risko reksa dana yang akan dipilih. Kedua, rencanakan strategi Alokasi Aset untuk menentukan persentase dari setiap jenis instrumen atau reksa dana yang dipilih. Ketiga, lakukan implementasi dengan memilih Manajer Investasi yang dipercaya dan Reksa Dana yang sesuai dengan kebutuhan. Keempat, lakukan monitoring dan evaluasi secar periodik ( 6 bulan atau 1 tahun) dan lakukan penyesuaian jika dibutuhkan.

Apa yang dimaksud strategi aloksasi aset?
Strategi alokasi aset adalah proses dalam pembentukan suatu portofolio untuk menyebarkan investasi ke beberapa jenis aset yanag berbeda. Alokasi aset merupakan penerapan prinsip diverfikasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko serta sekaligus untuk mengoptimalkan hasil investasi. Contoh, suatu portofolio pribadi bisa memiliki strategi alokasi aset sbb : reksa dana Pasar Uang atau Deposito 30%, Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana Campuran 40% dan Reksa dana Saham 30%. Komposisi alokasi aset sangat tergantung profil risiko pribadi (tingkat pemahaman dan penerimaan risiko pribadi). Kinerja portofolio investasi selain ditentukan oleh pemilhan jenis instrumen atau reksa dana yang dipilih dalam portofolio, juga akan sangat bergantung dari komposisi alokasi aset.

Mengapa ada beberapa jenis reksa dana ?
Reksa dana memang terbagi dari beberapa jenis untuk memenuhi kebutuhan investasi yang berbeda serta memenuhi tingkat risiko yang juga berbeda dari masing-masing investor. Misalnya Investor yang ingin berinvestasi di pasar obligasi namun tidak paham dan tidak punya waktu melakukannya sendiri bisa memanfaatkan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi ke dalam obligasi. Begitu juga investor yang ingin berinvestasi di saham tapi tidak paham dan tidak punya waktu melakukannya sendiri bisa memanfaatkan Reksa Dana Saham.

Apa perbedaan dari tiap jenis reksa dana dan bagaimana memanfaatkannya?
Reksa Dana pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat risikonya, diantaranya : Pertama, reksa dana dengan risiko rendah seperti reksa dana Pasar Uang; Kedua, reksa dana risiko rendah hingga menengah seperti reksa dana Pendapatan Tetap, reksa dana Terproteksi, reksa dana Campuran dengan alokasi saham tertentu; Ketiga, reksa dana risiko menengah hingga tinggi seperti reksa dana reksa dana campuran dengan orientasi saham yang cukup besar; Keempat, reksa dana dengan risiko tinggi seperti reksa dana saham. Makin besar potensi risiko suatu reksa dana makin besar potensi imbal hasil keuntungan yang bisa diharapkan.

Reksa Dana Pasar Uang memiliki risiko yang rendah, karena portofolio investasinya terdiri dari surat hutang seperti deposito atau obligasi yang berjangka pendek (kurang dari satu tahun) dan tidak diperbolehkan berinvestasi pada saham (0%). Reksa Dana pasar uang bisa menjadi pelengkap untuk tujuan investasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun atau hingga 1 tahun) bagi investor selain deposito.

Reksa dana Pendapatan Tetap, memiliki risiko menengah karena umumnya mayoritas portofolionya terdiri dari efek hutang obligasi (diterbitkan oleh pemerintah dan/atau perusahaan). Reksa dana ini umumnya digunakan untuk tujuan investasi jangka menengah (diatas 1 tahun hingga 3 atau 5 tahun). Untuk investor tertentu bisa juga untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun.

Reksa Dana Campuran, bisa terdiri dari beberapa kategori risiko, rendah hingga menengah atau menegah hinga tinggi, umumnya tergantung dari komposisi saham yang berada dalam portofolionya serte fleksibilitas perpindahan dari efek hutang ke saham dan sebaliknya. Makin besar komposi sahamnya makin besar risikonya. Reksa Dana campuran umumnya digunakan untuk tujuan investasi jangak menengah hingga panjang (3 tahun atau lebih).

Reksa Dana Terproteksi, memiliki fitur khusus adanya proteksi (namun bukan jaminan) terhadap nilai pokok investasi awal, jika tidak terjadi wan-prestasi (gagal bayar) dari instrumen atau emiten penerbit surat hutang yang digunakan atau pihak (counterparty) yang terlibat dalam portofolio investasi produk ini. Reksa Dana terproteksi umumnya dikategorikan sebagai investasi risiko rendah hingga menegah dan umumnya digunakan untuk tujuan investasi jangka menegah. Dalam berinvestasi di reksa dana Terproteksi, umumnya investor harus berkomitmen untuk suatu jangak waktu investasi teretntu untuk mendapatkan manfaat proteksinya misalnya 2 atau 3 tahun tergantung fitur produk yang bersangkutan

Bagi investor yang menginkan investasinya sesuai dengan kaidah Syariah bisa memanfaatkan Reksa Dana yang sesuai Syariah. Reksa Dana Syariah juga bisa memiliki jenis-jenis yang berbeda seperti di jelaskan di atas.

(Disiapkan oleh Eko Pratomo)

Kabar Terbaru

Penyempurnaan Data Perkembangan Reksa Dana

Dalam rangka untuk memperbaiki penyajian data perkembangan Reksa Dana kepada publik dan .. Selengkapnya

21 Sep 2011


Pembukaan Kembali Izin Usaha PE sebagai MI

Pada hari Kamis tanggal 9 Desember 2010, Bapepam dan LK menerbitkan Keputusan Ketua Bapepam dan .. Selengkapnya

7 Feb 2011


Daftar Reksa Dana yang Efektif 2010

Sebagai informasi kepada calon investor dan masyarakat, berikut adalah daftar Reksa Dana yang .. Selengkapnya

20 Jan 2011


SE Pelaporan dan Aktivitas Reksa Dana

Sehubungan dengan hari libur bursa pada tanggal 31 Desember 2010, Bapepam dan LK telah .. Selengkapnya

30 Dec 2010


Index